Kenapa Pelari Butuh Energy Gel?
Saat kamu lari lebih dari 45–60 menit, tubuh mulai kehabisan glikogen—sumber energi utama untuk bergerak. Ketika glikogen menurun, performa ikut turun: kaki mulai berat, napas makin pendek, dan pace makin lambat.
Di sinilah energy gel berfungsi sebagai bahan bakar cepat serap yang bisa bantu kamu menjaga tenaga lebih stabil.
Nah, supaya kamu tidak bingung memilih, berikut rekomendasi energy gel yang cocok untuk pelari pemula sampai pelari jarak jauh.
Cara Memilih Energy Gel yang Tepat
Sebelum lihat rekomendasinya, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan:
1. Kandungan Karbohidrat 20–30g
Kisaran ini ideal untuk menjaga energi tanpa membuat perut kaget.
2. Jenis Karbohidrat
Lebih baik memilih kombinasi karbohidrat cepat serap seperti maltodextrin dan fructose agar energi masuk lebih stabil.
3. Ada atau tidaknya kafein
– Dengan kafein: cocok untuk boost saat race.
– Tanpa kafein: aman untuk pelari sensitif atau lari malam hari.
4. Tekstur
Ada yang cair, ada yang lebih kental. Pilih yang mudah kamu telan saat lari.
5. Rasa
Rasa yang terlalu manis bisa bikin enek. Biasanya rasa fruity atau citrus lebih aman untuk long run.
Rekomendasi Energy Gel untuk Lari
EJ Sport Energy Gel
Energy gel lokal yang semakin populer di kalangan pelari Indonesia. Teksturnya lebih cair dibanding gel pada umumnya sehingga mudah diminum saat lari. Kandungan karbohidratnya ideal untuk menjaga energi, dan varian rasanya cukup aman untuk lambung.
Cocok untuk: lari jauh 10K, HM, full marathon, maupun trail run.
Catatan tambahan:
EJ Sport banyak dipilih pelari karena harganya ramah dan tidak terlalu “heavy” di perut. Buat kamu yang sering enek dengan gel luar, ini bisa jadi alternatif yang pas.
Kamu bisa beli EJ Sport di toko resminya:
→ Shopee
2. GU Energy Gel
Salah satu brand paling dikenal oleh pelari marathon dan triathlon. Kandungan energi tinggi, banyak varian rasa, serta ada opsi dengan kafein.
3. Maurten Gel 100
Terkenal karena teknologi hidrogel yang membuat penyerapan energi lebih efisien. Banyak dipakai atlet elite termasuk pelari dunia.
Cocok untuk: pelari yang ingin performa optimal dengan risiko GI problem yang rendah.
4. SIS (Science in Sport) Go Isotonic Gel
Teksturnya sangat cair dan tidak perlu minum air tambahan. Ini membantu kalau kamu tipe pelari yang mudah mual.
Cara Konsumsi Energy Gel yang Benar
Agar manfaatnya maksimal, berikut panduan dasarnya:
1. Konsumsi setiap 35–45 menit saat lari panjang
Waktu ini ideal untuk menjaga kadar energi tetap stabil.
2. Coba dulu saat latihan, bukan saat race
Setiap tubuh berbeda. Pastikan kamu cocok sebelum hari lomba.
3. Minum sedikit air setelah konsumsi
Kecuali gelnya isotonic, air membantu penyerapan lebih cepat.
Baca juga: Perkembangan Triathlon di Indonesia: Dari Komunitas Kecil hingga Event Nasional
FAQ: Energy Gel Untuk Lari
1. Apakah energy gel aman untuk pemula?
Aman, selama dicoba di sesi latihan dulu. Pilih yang teksturnya cair agar tidak bikin enek.
2. Berapa banyak energy gel untuk half marathon?
Biasanya 2–3 gel, tergantung durasi lari dan kebutuhan energi.
3. Bolehkah konsumsi energy gel tanpa air?
Boleh, tapi lebih nyaman kalau kamu minum sedikit air setelahnya.
4. Energy gel bisa bikin sakit perut?
Bisa, kalau kamu tidak cocok dengan bahannya atau langsung minum banyak sekaligus. Makanya penting untuk trial saat latihan.
5. Apakah energy gel perlu dibawa saat lari 5K?
Tidak perlu. Untuk durasi pendek, tubuh masih cukup memakai simpanan energi sendiri.