Energy Gel Untuk Marathon, Jangan Salah Pilih!

Kenapa Energy Gel Penting untuk Marathon?

Marathon bukan sekadar lari 42,195 km. Ini soal manajemen energi. Setelah 90–120 menit berlari, cadangan glikogen di otot akan menurun drastis. Kalau tidak diisi ulang, kamu akan mengalami kondisi yang sering disebut “hit the wall”.

Di sinilah energy gel untuk marathon berperan penting. Energy gel menyediakan:

  • karbohidrat cepat serap,
  • tambahan elektrolit,
  • dan pada beberapa varian, kafein untuk fokus.

Tanpa asupan energi tambahan, hampir mustahil menjaga pace tetap stabil sampai garis finish.

Kandungan Utama Energy Gel

Energy gel yang cocok untuk marathon biasanya mengandung kombinasi berikut:

  1. Karbohidrat cepat serap

Biasanya berupa maltodextrin, glukosa, atau fruktosa. Ini jadi sumber energi utama saat berlari.

  1. Elektrolit (terutama sodium)

Penting untuk mengganti mineral yang hilang lewat keringat dan mencegah kram.

  1. Kafein (optional)

Membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa lelah, biasanya digunakan di paruh akhir lomba.

  1. Volume kecil, mudah ditelan

Energy gel marathon harus praktis dan tidak mengganggu pencernaan saat lari.

Kapan dan Bagaimana Cara Mengkonsumsi Energy Gel Saat Marathon?

Penggunaan energy gel harus direncanakan, bukan menunggu sampai benar-benar lemas.

Panduan umum:

  • 1 gel 10–15 menit sebelum start (opsional, jika perut kamu cocok)
  • 1 gel setiap 45–60 menit selama lomba
  • Selalu minum air setelah konsumsi gel agar penyerapannya optimal

Contoh:

  • Km 10–12: gel pertama
  • Km 20–22: gel kedua
  • Km 30–32: gel ketiga (opsional kafein)

Setiap pelari bisa punya kebutuhan berbeda, jadi penting mencoba strategi ini saat long run sebelum race day.

Ciri Energy Gel yang Cocok Buat Kamu

Tidak semua energy gel cocok untuk lari 42 km. Pilih yang:

  • tidak terlalu manis,
  • tidak membuat perut mual,
  • punya kandungan karbohidrat yang cukup (±20–25 gram),
  • dan sudah kamu coba saat latihan.

Banyak pelari gagal bukan karena kurang latihan, tapi karena salah strategi nutrisi saat lomba.

Rekomendasi Energy Gel untuk Marathon

Berikut tipe energy gel yang umum dipilih pelari marathon:

  1. Energy gel dengan karbohidrat seimbang

Cocok untuk konsumsi rutin sepanjang lomba.

  1. Energy gel dengan elektrolit tinggi

Ideal untuk cuaca panas dan pelari yang banyak berkeringat.

  1. Energy gel dengan kafein

Biasanya dipakai di 10–12 km terakhir untuk bantu fokus dan dorong mental.

Salah satu yang sering dipilih pelari di Indonesia adalah EJ Sport Energy Gel. Energy gel ini dirancang untuk olahraga endurance seperti lari jarak jauh, dengan:

  • karbohidrat cepat serap,
  • varian rasa yang ringan di perut,
  • dan kemasan praktis untuk dibawa saat marathon.

Kamu bisa menjadikannya bagian dari strategi nutrisi race day, asalkan sudah dicoba dulu saat latihan.

Energy gel untuk marathon bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari strategi lomba. Dengan asupan energi yang tepat, kamu bisa:

  • menjaga pace lebih stabil,
  • menghindari kehabisan tenaga,
  • dan meningkatkan peluang finish dengan performa terbaik.

​​Kamu bisa cek produk resminya di:

Latihan yang konsisten memang kunci, tapi nutrisi yang tepat saat lomba adalah faktor penentu di kilometer-kilometer terakhir. Pastikan kamu sudah menemukan energy gel yang cocok untuk tubuh kamu, mencobanya saat latihan, dan menggunakannya dengan strategi yang jelas di hari marathon.

Baca juga: Kandungan dan Manfaat Energy Gel, Kenapa Penting untuk Pelari dan Atlet Endurance


FAQ tentang Energy Gel untuk Marathon

1. Apakah energy gel wajib saat marathon?

Hampir selalu iya. Marathon terlalu panjang untuk hanya mengandalkan cadangan energi tubuh.

2. Berapa banyak energy gel yang dibutuhkan untuk marathon?

Rata-rata 3–5 sachet, tergantung durasi lari, pace, dan kondisi tubuh.

3. Apakah energy gel bisa bikin sakit perut?

Bisa, jika belum pernah dicoba sebelumnya atau dikonsumsi tanpa air. Karena itu, uji coba saat latihan sangat penting.

4. Apakah pemula marathon boleh pakai energy gel?

Justru sangat disarankan, asalkan tahu cara dan timing penggunaannya.