Selama puluhan tahun, dua jam dianggap batas yang tidak mungkin ditembus manusia dalam lari marathon. Para ilmuwan olahraga memperdebatkannya, pelari-pelari terbaik dunia mendekatinya, sampai pada 27 April 2026 di London, batas itu akhirnya runtuh secara resmi.
Rekor Dunia Marathon Putra Terkini
Sabastian Sawe dari Kenya mencetak sejarah di London Marathon 2026 dengan catatan waktu resmi 1:59:30, menjadi manusia pertama yang menuntaskan marathon secara resmi di bawah dua jam. Sawe memangkas 65 detik dari rekor sebelumnya, pencapaian luar biasa di olahraga di mana perbedaan detik saja sudah dianggap revolusioner.
Sebelum Sawe, rekor dunia dipegang oleh Kelvin Kiptum dengan waktu 2:00:35 di Chicago Marathon 2023, sebelum Kiptum meninggal dunia dalam kecelakaan pada Februari 2024.
Perjalanan Rekor Dunia Marathon Putra
Eliud Kipchoge: Dekade Dominasi
Tidak ada nama yang lebih identik dengan marathon modern selain Eliud Kipchoge dari Kenya. Ia memegang rekor dunia dari 2018 hingga 2023 dengan berbagai waktu yang terus memecah batas, termasuk 2:01:39 di Berlin 2018 dan kemudian 2:01:09 di Berlin 2022.
Sebelum rekor resminya, Kipchoge pernah berlari 1:59:40 di Vienna pada 2019 dalam proyek khusus bernama Ineos 1:59 Challenge. Namun waktu itu tidak dihitung sebagai rekor resmi karena tidak memenuhi peraturan perlombaan World Athletics, termasuk penggunaan pacemaker bergilir dan kondisi lomba yang dirancang khusus.
Selain rekor dunia, Kipchoge juga merupakan peraih medali emas Olimpiade di Tokyo 2020 dan Rio 2016. Di kalangan pelari, ia sering disebut sebagai pelari marathon terbesar sepanjang masa.
Kelvin Kiptum: Fenomena yang Terlalu Singkat
Kelvin Kiptum muncul sebagai pelari yang berbeda dari siapapun sebelumnya. Pada Oktober 2023, pelari berusia 24 tahun ini memecahkan rekor Kipchoge di Chicago Marathon dengan waktu 2:00:35, langsung di marathon ketiganya. Bukan hanya waktunya yang memukau, tapi cara ia berlari: pace-nya justru semakin cepat di paruh kedua race.
Dunia lari baru mulai mencerna apa yang baru saja terjadi ketika kabar duka datang pada Februari 2024. Kiptum meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Kenya. Rekornya bertahan hingga dilampaui Sawe di London 2026.
Sabastian Sawe: Penerobos Batas 2 Jam
Sebelum London 2026, Sawe sudah menunjukkan kaliber kelas dunia di berbagai race. Di London Marathon 2026, ia datang dengan satu pernyataan terbuka di konferensi pers: tujuannya adalah rekor. Bukan sekadar menang, tapi rekor.
Dengan waktu 1:59:30, Sawe tidak hanya memecahkan rekor Kiptum, tapi juga melampaui waktu Kipchoge di Vienna 2019 yang tidak resmi, menjadikannya manusia pertama yang secara resmi berlari sub-2 jam di kompetisi resmi berstandar World Athletics.
Rekor Dunia Marathon Putri
Di sisi putri, Tigist Assefa dari Ethiopia memegang rekor dunia dengan waktu 2:11:53 yang ia cetak di Berlin Marathon 2023, memangkas rekor sebelumnya sebesar lebih dari dua menit dalam sekali race. Sebuah lompatan yang sangat besar untuk standar atletik dunia.
Sebelumnya, Brigid Kosgei dari Kenya memegang rekor dengan 2:14:04 di Chicago Marathon 2019. Dan sebelum Kosgei, nama Paula Radcliffe dari Inggris mendominasi rekor dunia selama hampir dua dekade dengan waktu 2:15:25 yang ia cetak di London 2003.
Apa yang Membuat Pelari Kenya dan Ethiopia Mendominasi?
Pertanyaan ini sudah diteliti selama bertahun-tahun. Tidak ada satu jawaban tunggal, tapi beberapa faktor sering disebut oleh para peneliti olahraga.
Keunggulan Fisiologis
Pelari dari dataran tinggi Kenya dan Ethiopia, terutama dari wilayah Rift Valley dan Oromo, tumbuh di ketinggian lebih dari 2.000 meter dpl. Kehidupan sehari-hari di ketinggian ini secara alami melatih sistem kardiovaskular dan meningkatkan kapasitas paru-paru. Hasilnya adalah VO2 max dan efisiensi penggunaan oksigen yang secara rata-rata lebih tinggi.
Gaya Hidup Aktif Sejak Kecil
Banyak pelari elite Kenya dan Ethiopia tumbuh dengan berjalan dan berlari jarak jauh setiap hari untuk ke sekolah, ke ladang, atau ke pasar. Ini membangun base aerobik alami yang dimulai jauh sebelum latihan terstruktur.
Komposisi Tubuh dan Biomekanik
Pelari elite dari kedua negara ini umumnya punya proporsi tubuh yang sangat efisien untuk lari jarak jauh: kaki yang panjang relatif terhadap tubuh, betis yang ringan, dan pola langkah yang sangat efisien secara energi.
Motivasi Ekonomi dan Budaya
Lari marathon adalah salah satu jalan keluar dari kemiskinan yang paling nyata di Kenya dan Ethiopia. Prize money dari event-event besar bisa mengubah kehidupan keluarga secara fundamental. Motivasi ini menciptakan kumpulan pelari yang sangat besar dan kompetitif.
Teknologi yang Ikut Mengubah Rekor
Bukan hanya manusianya yang berkembang. Sepatu lari telah mengalami revolusi teknologi dalam satu dekade terakhir.
Pelat karbon yang tertanam dalam midsole foam berkerapatan tinggi terbukti meningkatkan efisiensi lari secara signifikan. Nike Vaporfly dan Alphafly menjadi sepatu yang paling banyak disebut dalam konteks pemecahan rekor. Adidas Adizero Adios Pro juga menjadi pilihan banyak pemegang rekor.
World Athletics akhirnya menetapkan regulasi soal ketebalan sol maksimum dan penggunaan pelat untuk menjaga fairness kompetisi, tapi efeknya pada peningkatan performa sudah tidak bisa diabaikan.
Nutrisi di Balik Performa Elite
Di level elite, strategi nutrisi direncanakan dengan sangat detail. Energy gel dikonsumsi pada titik-titik tertentu yang sudah dihitung berdasarkan kecepatan dan perkiraan pengeluaran energi. Tidak ada yang diserahkan pada kebetulan.
Pelari elite mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dari yang biasanya dianjurkan untuk pelari umum, dengan beberapa pelari mengonsumsi 60-90 gram karbohidrat per jam selama race.
Kamu bisa mendapatkan energy gel EJ Sport Official di Tokopedia EJ Sport Official Store dan Shopee EJ Sport Official.
Dari dua jam yang dianggap mustahil hingga 1:59:30 yang kini tercatat resmi di buku rekor dunia, perjalanan pelari marathon tercepat adalah bukti bahwa batas kemampuan manusia selalu lebih jauh dari yang kita kira. Dan mungkin, rekor berikutnya sudah sedang dipersiapkan seseorang di dataran tinggi Kenya saat ini.
Baca juga: Eliud Kipchoge: Kisah Pelari Marathon Tercepat di Dunia dan Filosofi Larinya
Frequently Asked Questions (FAQ) seputar Pelari Marathon Tercepat:
1. Siapa pelari marathon tercepat di dunia saat ini?
Sabastian Sawe dari Kenya adalah pemegang rekor dunia marathon putra dengan waktu 1:59:30 yang ia cetak di London Marathon 2026. Ini juga menjadikannya manusia pertama yang secara resmi menuntaskan marathon di bawah dua jam dalam kompetisi berstandar World Athletics.
2. Berapa rekor dunia marathon putra dan siapa pemegangnya?
Rekor dunia marathon putra adalah 1:59:30, dicetak oleh Sabastian Sawe di London Marathon 2026. Sebelumnya, rekor dipegang Kelvin Kiptum dengan 2:00:35 dari Chicago Marathon 2023.
3. Apakah Eliud Kipchoge pernah lari sub-2 jam?
Ya, tapi tidak secara resmi. Pada 2019 di Vienna, Kipchoge berlari 1:59:40 dalam proyek Ineos 1:59 Challenge. Namun waktu itu tidak diakui sebagai rekor resmi karena kondisi lomba tidak memenuhi standar World Athletics, termasuk penggunaan pacemaker bergilir yang tidak diperbolehkan.
4. Siapa pemegang rekor dunia marathon putri?
Tigist Assefa dari Ethiopia memegang rekor dunia marathon putri dengan waktu 2:11:53 yang ia cetak di Berlin Marathon 2023.
5. Mengapa Kenya dan Ethiopia mendominasi marathon dunia?
Kombinasi faktor fisiologis dari kehidupan di dataran tinggi, aktivitas fisik alami sejak kecil, komposisi tubuh yang efisien untuk lari jarak jauh, serta motivasi yang kuat dari faktor ekonomi dan budaya menjadi penjelasan yang paling banyak dikutip para peneliti olahraga.
6. Apa peran sepatu dalam pemecahan rekor marathon?
Sangat signifikan. Teknologi pelat karbon dan foam generasi baru yang digunakan sepatu-sepatu modern terbukti meningkatkan efisiensi lari. World Athletics telah menetapkan regulasi ketebalan sol maksimum, tapi pengaruh teknologi sepatu terhadap performa elite sudah tidak bisa diabaikan.